Melek Internet Untuk Anda

BIOSKOP MELEKNET

BIOSKOP MELEKNET
Sekedar pengingat, sejak pertama kali rilis tahun 2004 lalu, sekuel-sekuel SAW hadir sebagai film tahunan untuk perayaan Halloween dan sukses mendapatkan perhatian para pecinta film


Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Desember 2010

Skyline

Meneropong nama Greg dan Colin Strause atau lebih dikenal sebagai Brothers Strause di panggung perfilman Hollywood, pastilah akan membuat kita berdecak kagum, khususnya ketika melihat jejak karir mereka di dunia efek visual. Berawal dari keterlibatan mereka dalam mengerjakan efek-efek spesial untuk film “The X-Files” di tahun 1998, sejak saat itu mereka juga terlibat dalam film-film seperti The Nutty Professor, Volcano, termasuk mengemas efek khusus untuk adegan iceberg di film Titanic. Bersama perusahaan yang mereka dirikan di tahun 2002, Hydraulx, Brothers Strause makin menancapkan taringnya di arena visual efek, dengan terlibat dalam pembuatan efek untuk film-film blockbuster, sebut saja Iron Man 2, 2012, X-Men Origins: Wolverine, Fantastic Four: Rise of the Silver Surfer, 300, The Day After Tomorrow, dan Terminator 3: Rise of the Machine.

Setelah merambah dunia efek di film, video musik, dan iklan, akhirnya pada tahun 2007, Brothers Strause merilis film debut mereka “Aliens vs. Predator: Requiem”, yang justru mendapat respon negatif dari para kritikus namun secara komersil bisa terbilang sukses dengan pendapatan $157 juta. Berbekal “kesuksesan” film debutnya tersebut dan senjata utama mereka yaitu keahlian mengemas visual efek, Brothers Strause pun kembali merilis film kedua mereka, masih dengan tema fiksi ilmiah, “Skyline”. Brothers Strause di film ini tidak hanya duduk pada bangku sutradara tetapi juga ikut memproduseri dan perusahaan mereka Hydraulx juga terlibat menangani sebagian besar efek visualnya. Filmnya sendiri bercerita tentang beberapa sinar biru yang tiba-tiba jatuh dari langit kota Los Angeles. Sinar tersebut berbentuk bola cahaya yang cukup besar dan menyilaukan, jatuh menyebar di setiap sudut kota, lalu “menarik” siapa saja yang melihatnya. Jarrod (Eric Balfour) dan teman-temannya yang sedang tertidur pulas sehabis pesta semalaman pun akhirnya terbangun dikejutkan dengan cahaya aneh tersebut.

Apa yang mereka tahu soal cahaya tersebut adalah sinar birunya yang menyilaukan sudah berhasil “menculik” salah-satu teman mereka dan hampir saja membuat Jarrod menjadi korban selanjutnya. Dalam keadaan panik, bingung, dan takut bercampur menjadi satu, Jarrod dan Terry (Donald Faison) pun memutuskan untuk ke atap gedung, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sesampainya di atap, mereka langsung disambut kedatangan pesawat-pesawat alien. Belum selesai dikejutkan oleh kemunculan pesawat-pesawat yang berbentuk aneh dan berukuran raksasa tersebut, Jarrod dan Terry pun dipaksa menjadi saksi hidup untuk melihat ribuan manusia terisap ke dalam perut pesawat alien. Layaknya sebuah pembersih debu, pesawat-pesawat ini melayang dengan tenang di atas kota lalu “membersihkan” seisi Los Angeles dari manusia-manusia yang tidak beruntung. Bagi mereka yang beruntung selamat, termasuk Jarrod, Terry, dan temannya yang berada di kamar, mimpi buruk belumlah berakhir. Sebaliknya semua ini baru saja dimulai, mereka yang selamat harus siap untuk bersembunyi dan menyelamatkan diri dari para pemburu. Mereka tidak kenal ampun, memancing manusia untuk keluar dengan sinar biru yang menggoda, dan dengan tentakel-tentakelnya memangsa manusia terakhir yang tersisa.

“Skyline” tidak lebih dari ego Strause bersaudara yang ingin menampilkan film aliennya menjadi lebih hebat dari film-film invasi alien yang sudah pernah ada, dengan “riasan” yang berlebihan film ini berharap bisa menutupi kekurangannya disana-sini. Bujet sekitar 10-20 juta dolar pun dihabiskan untuk memoles kota Los Angeles menjadi arena mainan Strause bersaudara, mengubah kota menjadi zona pertempuran manusia versus para alien, yup dengan segala visual efek yang bertebaran menghiasi birunya langit kota malaikat tersebut. Namun “strategi perang” yang dilancarkan Greg dan Colin Strause sudah salah langkah dari menit awal film ini dimulai dan mereka sudah lebih dahulu teracam kalah perang jika bukan karena bantuan visual efek yang diobral habis-habisan. Terlalu percaya diri dengan kejutan-kejutan alien berselimut rekayasa komputer, Strause bersaudara akan lebih dahulu membuat saya bosan setengah mati, bahkan ketika film ini menginjak menit ke 10. Strause terlalu bertele-tele memperkenalkan karakter-karakternya yang sepanjang film hanya akan menampilkan performa buruk.

Strause bersaudara mungkin berharap bisa mengisi simpati penonton dengan intrik-intrik kecil hubungan antara karakternya lewat tampilan drama, namun terbukti tidak berhasil karena drama yang seharusnya menjadi bagian pelengkap ini dikemas cenderung terlalu lama, dengan dialog yang membuat saya tidak peduli dengan para karakternya. Ketika tiba saatnya Strause bersaudara mengeluarkan pesawat alien, para pemburu, dan monster-monster raksasa yang tampil dengan visual efek yang cukup impresif, film ini melakukan kesalahan berikutnya. Semua visual efek hebat tersebut hanya berhasil mempercantik permukaan saja, namun tidak memberikan efek yang dalam kepada saya untuk merasakan bahwa kota benar-benar sedang berada dalam bahaya karena invasi alien besar-besaran. Beberapa adegan mengerikan “vacuum cleaner” memang sanggup menaikkan intensitas ketegangan dalam film, membuat semua orang merasa terancam dan penonton diajak untuk ikut “terisap kedalam film, namun sisanya hanya adegan-adegan penuh visual efek yang tak bernyawa.

Strause bersaudara salah jika salah satu adegan kedatangan pesawat alien disini dapat membuat saja tercengang, karena adegan kemunculan pesawat alien di “Independence Day”-nya Roland Emmerich masih jauh lebih membuat saya merinding dan rasa kaget melihat pesawat alien nangkring di atas kota Johannesburg dalam film “District 9” masih belum bisa dikalahkan. Strause bersaudara pun semakin “rakus” ketika mencomot satu-persatu unsur-unsur dari film-film fiksi ilmiah sejenis, lalu mendaur ulangnya hingga terlihat serupa tapi tidak sama. Tak heran ketika menonton “Skyline”, saya merasa seperti menonton potongan-potongan film-film fiksi ilmiah terdahulu, seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya: District 9, Independence Day, lalu dicampur War of the World. Namun kerakusan Strause bersaudara tersebut berimbas pada film ini yang justru makin terlihat berlebihan, ditambah pada saat mereka justru kehilangan “battleplan” untuk poin paling penting yaitu cerita. Strause bersaudara asyik menyiapkan permainan visual efek, kapal-kapalan, monster-monster, dan takdir para pemainnya namun lupa untuk memberi penonton sebuah alasan kenapa mereka harus betah duduk di bioskop ketika invasi yang paling mengerikan menyambut mereka…diinvasi oleh rasa bosan yang akut.

Salam,
Rangga Adithia,
Raditherapy.wordpress.com


Download Link:
http://www.maknyos.com/isjh08a7j4kq/twiz-skyliner5.avi.html
Pass : www.indofiles.org
Subtitle : http://subscene.com/indonesian/Skyline/subtitle-391077.aspx

File 350MB
http://www.maknyos.com/b1e07131epo0/Skyline.2010.Dvdrip.350MB.mkv.html
Subtitle : http://subscene.com/indonesian/Skyline/subtitle-391130.aspx



READ MORE >>

Selasa, 23 November 2010

The Last Exorcism

Movie Details
Theatrical Release : 24 September 2010 (ID)
Genre : Horror • Drama
Run Time : 1 hour 30 minutes
Rated : Dewasa
Website : http://www.thelastexorcism.com
Facebook : http://www.facebook.com/thelastexorcism
Twitter : http://twitter.com/lionsgatehorror
Cast & Crew :
Director Daniel Stamm
Producer Ron Halpern • Huck Botko • Andrew Gurland
Starring Patrick Fabian • Ashley Bell • Iris Bahr • Louis Herthum • Caleb Landry Jones

The last exorcism adalah sebuah film horror yang dikemas dalam bentuk mockumentary, sebuah metode pembuatan sebuah film selayaknya film documenter yang belakangan ini mulai sering digunakan. Sebut saja [REC] dan sekuelnya, [REC]2, Paranormal Activity yang begitu sensasional, atau produk lokal, te[rekam], sebagai contoh lain dalam menerapkan formula ini. Mockumentary Horror dianggap ampuh untuk lebih menimbulkan suasana dan sensasi horror dari setting yang seolah-olah dan dibuat se-nyata mugkin.

Menceritakan tentang Cotton Marcus, seorang pendeta yang mulai berkhutbah sejak dari Ia remaja dimana lambat laun seiring perjalanan hidupnya dia berprofesi menjadi seorang pengusir setan. Pendeta Cotton melakukan pengusiran setan selama bertahun-tahun atas nama Gereja untuk uang, tanpa mempercayai proses Exorcism itu sendiri. Karena memang dalam keyakinan dirinya dia hanya mempercayai Tuhan, tanpa pernah mempercayai keberadaan Iblis.

Sampai suatu saat, Cotton yang diperankan oleh Patrick Fabian ini ingin meluruskan atas apa yang selama ini ia lakukan dengan terlibat pada produksi sebuah film dokumenter yang menceritakan dirinya sebagai seorang Exorciser berikut juga sebuah prosesi Exorcism terakhir yang akan ia lakukan untuk mengungkapkan semua tipu muslihat yang ia gunakan selama proses exorcism. Namun kali ini keimanannya diuji pada Nell, seorang putri petani yang diyakini sedang kerasukan setan.

Film ini tampil menawan pada pengembangan karakter setiap tokoh yang diciptakan, terutama pada karakter Cotton Marcus yang begitu jelas terlihat perubahannya pada awal dan akhir film. Apalagi didukung dengan totalitas acting para pemain yang seakan-akan sudah fasih melakonkan perannya dalam format mockumentary, terlihat begitu natural. Hal inilah yang membuat konsep dan pengemasan Mockumentary dalam film ini benar-benar telihat jenius dan tidak bisa dibilang buruk, pun pada hasil pengambilan gambar yang terlihat halus dan terkesan cukup rapi.

Namun sayang, segala kesempurnaan elemen akting dan gambar tersebut tidak diimbangi dengan penyajian story line yang kuat. Hanya istimewa pada ide cerita namun lemah pada pengembangannya yang mengakibatkan film ini terkesan berjalan lambat dan begitu membosankan. Dan parahnya lagi, scene pengenalan dan atau segala scene-scene yang seharusnya bisa dipersingkat pun disuguhkan di awal hingga menuju bagian akhir film dengan durasi yang begitu lama tanpa adanya kejutan ataupun sesuatu yang baru dan membuat saya yang notabene susah untuk menyukai film-film documenter menjadi benar-benar sempat berniat untuk WO.

Selain itu, sensasi mengagetkan, menegangkan, menakutkan, atau pembentukan suasana mencekam dalam film sebagai elemen utama film horror yang lazimnya digunakan pun tidak akan banyak ditemukan dalam film ini. Semuanya seolah disajikan dalam porsi yang begitu tanggung atau bahkan terkesan minim untuk bisa dikonsumsi. Yah sayang memang, film yang harusnya dieksekusi ke dalam sajian yang lebih menarik dan menakutkan ini harus tunduk pada segala kelemahan-kelemahan tersebut.

Akan tetapi, seolah membayar semua kecacatan pada film berdurasi 87 menit ini, The Last Exorcism berhasil membuat saya sedikit terhibur dan juga sempat tercengang atas segala tipu muslihat Cotton yang ditunjukkan dengan beberapa “trick sulap” pengusiran setan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya namun konyol. Begitu pula pada bagian akhir, sang sutradara ternyata berhasil “menipu” dan menyuguhkan penyelesaian film yang briliant untuk dikonsumsi tanpa harus berharap lebih untuk film ini.

Review
Good Point
  • Film ini tampil menawan pada pengembangan karakter setiap tokoh yang diciptakan, terutama pada karakter Cotton Marcus yang begitu jelas terlihat perubahannya pada awal dan akhir film. Apalagi didukung dengan totalitas acting para pemain yang seakan-akan sudah fasih melakonkan perannya dalam format mockumentary, terlihat begitu natural.
  • pada hasil pengambilan gambar yang terlihat halus dan terkesan cukup rapi.
Bad Point
  • Namun sayang, segala kesempurnaan elemen akting dan gambar tersebut tidak diimbangi dengan penyajian story line yang kuat.
  • Dan parahnya lagi, scene pengenalan dan atau segala scene-scene yang seharusnya bisa dipersingkat pun disuguhkan di awal hingga menuju bagian akhir film dengan durasi yang begitu lama tanpa adanya kejutan ataupun sesuatu yang baru
Do you recommend? Yes
By: ardnas20.wordpress.com

Download Link:
http://www.maknyos.com/uo0d50dv9m3g/twitz-exorc-xvid.avi.html
All Pass
www.indofiles.org

Link Lain
http://www.indoexe.com/ekxra1ratroq/tleLKRG.avi
http://www.maknyos.com/znownidh0lyw/tleLKRG-maknyos.com.avi.html
Password : nzw2@indofiles.org




READ MORE >>

Selasa, 17 Agustus 2010

Tiran: Mati di ranjang (2010) DVDRip


Film bergenre horor kembali hadir di layar bioskop. Tidak beda jauh dengan film-film horor yang lain yang menampilkan keseksian tubuh artis. Mungkin lagi musimnya film bergenre horor di padu dengan bau-bau porno. Sebelumnya Hantu Puncak Datang Bulan yang berubah judul menjadi Dendam Pocong Mupeng. Dengan kelihaiannya bisa tampil dibioskop yang semula sudah dicekal oleh MUI tidak akan bakal tayang.

Sinopsis Film Tiran Mati di Ranjang

Film Tiran Mati di Ranjang yang dibintangi Dewi Persik yang berperan sebagai Diana dan Indra L Brugman sebagai Gugun ini sempat mengundang rumor tak sedap akibat ciuman dewi persik dan indra brugman dalam trailer videonya beberapa waktu lalu. Jenny Cortez ikut memeriahkan juga film ini. Wah sudah kena berita kayak gitu masih sempat main film horor porno juga. Bagaimana reputasinya? Silahkan anda menilainya sendiri. :D

Diana (Dewi Persik) dan Gugun (Indra L Bruggman) adalah pasangan pengantin yang baru saja menempati rumah baru mereka yang nyaman. Diana sedang hamil muda. Mereka pun sibuk mencari berbagai perabotan untuk mengisi rumah mereka Salah satunya adalah ranjang. Tetangga baru mereka, Lisye (Ayu Dewi) dan keponakannya Ling Ling (Zuzana Chang) menawarkan ranjang di toko furniture mereka. Kebetulan Lisye baru mendapatkan lelang kasur dari sebuah kost. Ketika Diana berkunjung, entah kenapa, salah satu ranjang di dalam toko tersebut seakan bernafas dan hidup, merayu Diana untuk memilih dirinya. Ketika ranjang tersebut dibawa pulang, terjadi berbagai peristiwa aneh, yang tidak saja membahayakan kelanggengan perkawinan Diana dan Gugun, tapi juga membahayakan nyawa mereka

Link Download



http://www.maknyos.com/zuodam5frj80/indofiles.org.TRan.2010.avi.html
Password : bukem@idfl
READ MORE >>

Rabu, 30 Juni 2010

Date Night (2010)


Kebosanan biasanya adalah salah satu masalah yang dihadapi pasangan suami-istri yang telah lama menikah. Saat semua sudah menjadi kebiasaan, tidak ada yang membuat hidup mereka terasa bergairah layaknya ketika mereka baru menikah. Masalah inilah yang dihadapi oleh pasangan Phil Foster (Steve Carell) dan Claire (Tina Fey).

DATE NIGHT

Sebelumnya mereka membuat sebuah 'ritual' yang mereka sebut 'malam berkencan' dengan harapan mereka bisa lepas dari rutinitas sehari-hari agar pernikahan mereka bisa tetap terasa fresh seperti beberapa tahun sebelumnya. Tapi masalahnya, ketika 'malam berkencan' ini sudah mereka lakukan berulang kali, acara itu juga jadi terasa membosankan dan tak beda jauh dengan rutinitas yang lain.

Tak ingin api cinta dalam pernikahan mereka padam, Phil dan Claire pun mencoba membuat acara baru. Bila sebelumnya mereka biasa makan malam bersama dan mengakhirinya dengan nonton film maka kali ini mereka mencoba mengunjungi sebuah BISTRO di Manhattan. Awalnya semua berjalan mulus sampai ada pihak yang mengira pasangan ini adalah orang yang mereka cari.

DATE NIGHT

Dalam waktu singkat, acara 'malam berkencan' ini jadi sebuah petualangan seru yang melibatkan urusan 'bisnis' antara seorang kepala mafia dengan pihak kepolisian. Berawal dari keinginan membuat malam itu jadi sebuah malam yang 'berbeda', Phil dan Claire akhirnya mendapati diri mereka dalam sebuah petualangan yang tak akan mereka lupakan seumur hidup mereka.

Lucu memang sangat subjektif. Tiap orang punya ukuran tersendiri untuk kata lucu. Yang lucu buat satu orang belum tentu lucu buat orang lain. Satu hal yang bisa dipastikan adalah kelucuan itu tak bisa dipaksakan. Kadang justru hal yang tak disengaja bisa memunculkan kelucuan juga. Mungkin itu juga kunci kesuksesan DATE NIGHT ini. Tak ada paksaan. Semuanya terlihat mengalir wajar sehingga justru target sang sutradara membuat film komedi malah tercapai dengan baik.

DATE NIGHT

Selain alur cerita yang berjalan mulus dan tak tersendat-sendat hanya karena ingin memasukkan joke, karakter yang muncul dalam film ini juga terasa meyakinkan. Steve Carell, Tina Fey, Mark Wahlberg, dan Ray Liotta terlihat sangat relaks saat membawakan peran mereka sehingga mau tak mau karakter yang solid ini membuat penonton jadi merasa terlibat dalam alur kisah ini.


Link Download



http://www.maknyos.com/wd3nxoeq40bp/Date_Night.2010.R5.Line.Xvid-Noir.rar.html
READ MORE >>

Rumah Dara (2010) DVDRip


Shareefa Daanish, Julie Estelle, Ario Bayu dan sederet bintang Indonesia lainnya hadir menghiasi film besutan Mo Brother ini.

Film ini bercerita tentang enam orang sahabat yang tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis bernama Maya yang mengaku dirampok. Karena merasa kasihan mereka akhirnya memutuskan untuk mengantarkannya pulang.

Sesampaiknya dirumah mereka disambut "hangat" oleh sang ibu yang bernama Dara dan dua saudara Maya. Terjadi perjamuan makan yang lezat menyambut mereka, namun nggak ada yang menyangka kalau perjamuan makan tersebut berbuntut panjang.

Berbagai teror berdarah menghantui mereka. Para penghuni rumah yang tadinya ramah dan hangat tiba-tiba berubah total. Kini setelah "menyelamatkan" hidup maya mereka harus menyelamatkan hidup mereka sendiri dari ganasnya para penghuni rumah.

Jangan harap kita bakal ngeliat tampilan-tampilan sexy layaknya banyak film bergenre horor yang sempet tayang di tahun lalu. Difilm ini kita bakal banyak ngeliat cipratan darah dan teror-teror yang mengancam. Bahkan ada scene dimana kita bisa lihat si bintang cantik Daanish berubah brutal dengan machine gun ditangannya yang siap memotong kepala kamu!




Link Download



http://www.indowebster.com/rumahnyasiDaRa1rar.html
http://www.indowebster.com/rumahnyasiDaRa2rar.html
READ MORE >>

Unthinkable (2010)


Sebuah thriller psikologis berpusat di sekitar seorang interogator hitam-ops dan seorang agen FBI yang tekan tersangka teroris ke membocorkan lokasi senjata nuklir tiga set untuk meledak di AS.


Link Download



http://www.indowebster.com/Unthinkable2010720px264aacmkv.html
READ MORE >>

Rabu, 09 Juni 2010

WILD THINGS FOURSOME (2010)

Seorang anak jutawan hotel yang terbunuh itu menemukan dirinya terjerat dalam permainan dan pembunuhan rayuan setelah malam cabul dengan tiga wanita cantik


Link Download



http://www.indowebster.com/wildthingsfoursome2010stvbdripxvidespiseavi.html
READ MORE >>

Undisputed III Redemption (2010) DVDRip XviD


Russian narapidana Boyka, sekarang sangat tertatih-tatih oleh menderita cedera lutut pada akhir tak perlu 2. Tidak ada lagi pejuang penjara ia takut, ia telah menolak begitu jauh sehingga ia sekarang hanya baik untuk membersihkan toilet. Tapi ketika sebuah turnamen melawan penjara baru dimulai - sebuah urusan internasional, yang cocok dengan pejuang terbaik dari penjara di seluruh dunia, menarik mereka dengan janji kebebasan untuk pemenang - Boyka harus merebut kembali martabat dan memperjuangkan posisinya di turnamen


Link Download



http://www.maknyos.com/sae57vdrjeav/Undisputed_III_Redemption__2010__DVDRip_XviD.avi-maknyos.com.001.html
http://www.maknyos.com/xhkomt68wglm/Undisputed_III_Redemption__2010__DVDRip_XviD.avi-maknyos.com.002.html
Register lalu Login sebelum Download
READ MORE >>

Senin, 07 Juni 2010

The Wolfman (2010) UNRATED DVDRip


Lawrence Talbot (Benicio Del Toro), pria terpandang di kotanya, kembali ke rumah keluarganya setelah adiknya menghilang. Berkumpul kembali bersama ayahnya (Anthony Hopkins), Talbot berencana untuk mencari adiknya...dan menemukan takdir dirinya yang mengerikan

Masa kecil Lawrence Talbot berakhir saat kematian ibunya. Setelah ia meninggalkan desa Blackmoor yang suram, ia menghabiskan hidupnya untuk melupakan kejadian tersebut. Namun saat tunangan adiknya, Gwen Conliffe (Emily Blunt) mencarinya untuk membantu mencari kekasihnya, Talbot kembali untuk bergabung. Ia mengetahui bahwa sesuatu yang kuat dan brutal telah membunuh warga desa tersebut, dan seorang inspektur Scotlandia bernama Aberline (Hugo Weaving) datang untuk menyelidiki

Teka teki mulai terkuak, ia mendengar sebuah kutukan kuno bahwa manusia berubah menjadi serigala jadi-jadian saat bulan purnama. Saat ini, ia mencoba segala kesempatan untuk mengakhiri semua bentuk pembantaian dan melindungi wanita yang ia cintai, Talbot harus menghancurkan makhluk jahat yang menghantui Blackmoor. Namun saat ia mulai berburu, pria sederhana dengan masa lalu yang pahit ini akan membuka tabir dirinya sendiri...sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya


Jenis Film : Action-Horror
Produser : Scott Stuber, Benicio Del Toro, Rick Yorn, Sean Daniel
Produksi : Universal Pictures
Homepage : http://www.thewolfmanmovie.com/
Durasi : 102


Link Download



http://www.indowebster.com/WolfmanPart1rar.html
http://www.indowebster.com/WolfmanPart2rar.html
http://www.indowebster.com/WolfmanPart3rar.html
http://www.indowebster.com/WolfmanPart4rar.html
http://www.indowebster.com/WolfmanPart5rar.html
http://www.indowebster.com/WolfmanPart6rar.html
http://www.indowebster.com/WolfmanPart7rar.html
READ MORE >>

Senin, 31 Mei 2010

Fire of Conscience (2010)


Film Fire Of Conscience adalah sebuah karya dari sutradara Dante Lam.Film ini menceritakan tentang seorang detektif bernama Manfred Fong (Leon Lai) yang sangat berduka karena kematian istrinya. Dia tinggal di mobilnya, dengan penampilan yang kacau, tidak pernah bercukur, suka mabuk, dan seringkali berlaku agresif kepada tersangka yang dihadapinya dalam penyelidikan. Tingkah laku dan kondisi ini membuat ia terus diawasi oleh atasannya, dan pihak Internal Affairs pun turut mengawasi gerak-gerik nya. Akan tetapi, Manfred mempunyai team yang beranggotakan teman-teman yang setia, yang selalu bersedia membantunya. Akan tetapi, teman-teman Manfred merasa kewalahan untuk dapat selalu menghindarkan dia dari masalah.Manfred berurusan dengan pimpinan regional bernama Kee (Richie Ren) saat sedang menyelidiki pembunuhan seorang wanita tuna susila. Mereka kemudian dapat bekerjasama setelah terjadi tembak menembak di sebuah kedai teh yang membuka fakta tentang adanya peralatan pembuatan bom yang dahsyat.
Film ini adalah film yang penuh dengan action yang menegangkan, yang tidak boleh anda lewatkan


Link Download



part1 :http://www.mediafire.com/?y0dinjggczd
part2 :http://www.mediafire.com/?e3utjvjtvoo
part3 :http://www.mediafire.com/?cqe5ezmzk1l
part4 :http://www.mediafire.com/?nnxzkycn2ev
password : TerimaKasih
Subtitle :http://www.mediafire.com/?dzzhyda5joy
Or
http://www.indowebster.com/Fire_of_Conscience_2010_DVDRip_XviD_GAYGAYavi.html
http://www.filebump.com/myh4ge5jdvpe/indofiles.org.Fire.of.Conscience.2010.DVDRip.XviD-GAYGAY.avi.html
Subtile :http://www.filebump.com/9jtli6id976e/indofiles.org.Fire.of.Conscience.2010.DVDRip.XviD-GAYGAY.srt.html
Password: www.indofiles.org
http://www.indowebster.com/Fire_of_Conscience_2010_DVDRip_XviD_GAYGAYavi.html
READ MORE >>
Silahkan kontak Costumer Service kami untuk pemasangan iklan atau layanan lainnya.
Status YM
Bila Custumer Service kami tidak mengerti pertanyaan dan permasalahan sulit Anda, silahkan langsung kontak teknisi kami.
Status YM

Koleksi Film (klik pada gambar)

Koleksi Film (klik pada gambar)
Ingin punya koleksi film seperti kami, silahkan hubungi Operator...
 

MelekNET Copyright © 2010 by MelekNET Powered By Blogger, IDFL Design by ET